oleh

Krihsna Murti: Cadar dan Jenggot adalah Sunnah Rasulullah, Jangan Pandang Negatif!

LIPUTAN.co.id- Aksi pengeboman yang terjadi akhir-akhir ini cukup menyita perhatian publik. Terlebih lagi, beberapa pelaku diantaranya berpakaian muslimah, yakni cadar.

Tak ayal, Stigma negatif pun dialamatkan kepada wanita-wanita bercadar. Beberapa komentar miring terhadap cadar kerap ditemukan di sosial media.

Brigadir Jenderal Polisi Krishna Murti meminta agar netizen tidak memandang negatif terhadap cadar.

Pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991 ini mengatakan, cadar, jenggot dan celana cingkrang merupakan sunnah Nabi Muhammad, dan tidak terkait dengan teroris.

“Saya mau kasih tau semua warga masyarakat: Wanita menutup aurat dg jilbab ataupun bercadar itu adalah pilihan berdasarkan keyakian masing2.. Jadi jangan kalian cap mereka dg label tidak baik. Menutup aurat adalah kewajiban yang diajarkan nabi.” tulis Krishna Murti melalui akun instagram pribadinya.

Baca Juga :   Ada 100 Kota Lagi Berharap Ngopi Bareng Fahri

“Laki-laki yang berjenggot adalah Sunnah Rasul. Jangan kalian label mereka dengan hal-hal tidak baik.. Semua kembali kepada keyakinan masing-masing.” Imbuhnya.

Di Instagram, Krisna Murti memiliki pengikut sebanyak 569 ribu follower. Ia melanjutkan, celana cingkrang bukanlah hal yang identik dengan kaum radikal. Dan itu merupakan anjuran Rasulullah.

“Laki-laki bercelana diatas mata kaki, bukanlah identik dengan kaum radikal. Dalam Islam kita diajarkan untuk tidak menggunakan celana yang menyapu lantai. Dalam Shalat kita diajarkan untuk menaikan celana diatas mata kaki agar diterima Shalat kita.” tukasnya.

Ia meminta netizen agar tidak melabel seseorang dari penampilannya. Karena banyak pelaku kejahatan juga kerap bersembunyi di balik pakaian yang bagus.

Baca Juga :   Presiden Ngevlog Bareng Agnez Mo

“Banyak pelaku kejahatan bersembunyi dibalik pakaian bagus, dibalik batik, dibalik jas, dibalik seragam, dibalik perilaku manis, Kita perang terhadap kejahatan, bukan perang terhadap manusia, Semoga ini mencerahkan dan menghindarkan kita dari syak wasangka satu sama lain.” Tutupnya. (dal)

Loading...
loading...