LIPUTAN.CO.ID

Internasional

Fahri Hamzah: Sidang Parlemen Perancis juga Gaduh

Perancis, liputan.co.id – Delegasi Tim Implementasi Reformasi DPR RI, yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah diterima Raphael Gerard selaku Ketua Fraksi Partai Berkuasa, yaitu En’ Marche, di Parlemen Perancis, Paris, Selasa (11/12).

Saat menyaksikan Parlemen Perancis bersidang, Fahri berharap kerja sama antara Parlemen Indonesia-Perancis dapat ditingkatkan, termasuk sistem pendukung kepada Anggota Parlemen.

“Karena itu, kami ingin sekali kerja sama ditingkatkan. Mudah-mudahan, Kaukus Kerja Sama Indonesia-Perancis di Parlemen ini, bisa kerja sama dengan kami untuk meningkakan kemampuan dan kapasitas dari Parlemen Indonesia,” ujar Fahri.

Fahri mengaku kaget melihat Rapat Paripurna Parlemen Perancis yang cukup gaduh. Karena dia mengira semakin advance demokrasinya, DPR-nya semakin sepi dari kegaduhan.

“Ternyata justru, semakin advance demokrasinya, DPR ini semakin ribut,” kata Fahri, lantas menceritakan pengalamannya saat memimpin sidang DPR, di mana salah satu anggotanya hampir memukul pimpinan sidang.

Tetapi, lanjut Fahri, itu dulu. Sekarang, setelah era digital tidak ada lagi peristiwa tersebut karena orang dibatasi bicara secara otomatis melalui mikropon.

“Itulah di antara yang akan kami perbaiki ke depan, dan mudah-mudahan kami bisa kerja sama terus dengan Parlemen Perancis ini,” harap politikus dari PKS itu.

Menanggapi respon delegasi Tim Implementasi Reformasi DPR yang disampaikan Fahri, Raphael Gerard membenarkan soal kegaduhan tersebut.

Kata dia, memang saat sidang sesi pertanyaan pemerintah dan anggota parlemen yang digelar setiap Selasa dan Rabu itu, secara tradisi selalu ramai.

“Apalagi sekarang ada aksi demo yang dilakukan massa bernama ‘Rompi Kuning’ itu, yang berunjuk rasa sudah sejak empat minggu lalu. Bahkan, dengan segala macam kekerasan yang dilakukannya. Jadi hari ini itu lebih ramai dari yang biasanya,” ungkap Raphel.

Raphel juga mengatakan bahwa sidang yang dilakukan antara Parlemen dengan Pemerintah, disiarkan semua stasiun televisi, dan disaksikan rakyat Perancis.

“Mereka, anggota Parlemen mau menunjukan eksistensinya di depan rakyat, mengingat mereka sebagai wakil rakyat. Jadi banyak, boleh dikatakan akting-nya gitu lah,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Raphael juga menceritakan kalau dirinya bersama sejumah anggota Parlemen Perancis mengunjungi Indonesia, khususnya Pulau Bali, dalam rangka menghadiri Konferensu Our Ocean, sekitar satu setengah bulan lalu, dan sejumlah pertemuan lainnya.

“Kami juga melakukan kunjungan ke Palu bersama Duta Besar Perancis di Jakarta, pasca gempa beberapa waktu lalu, guna melihat tempat penjernihan air karena pasca gempa bumi tidak ada lagi air bersih,” katanya.

Di Palu, Parlemen Perancis menyerahkan bantuan berupa mesin penjernihan air sebanyak dua unit. Ke dua unit mesin itu untuk masyarakat Palu, bila mana terjadi lagi peristiwa serupa.

“Kami juga berkesempatan bertemu dengan Gubernur Palu,” imbuh Raphael Gerard.

Tim Implementasi Reformasi DPR RI berada di Perancis untuk studi mendalam tentang modernisasi DPR, yang saat ini telah menyelesaikan cetak biru dan masuk tahap implementasi.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top