oleh

Dorong Hakim Karir Lebih Banyak Jadi Hakim Agung

Palembang – Anggota Komisi III DPR RI John Kenedy Aziz menyatakan, para hakim karir idealnya mendapat prioritas untuk menjadi hakim agung. Selama ini menurut John, hakim non-karir masih dominan mengisi kebutuhan hakim agung di Mahkamah Agung karena para hakim karir enggan jadi calon hakim agung lantaran terganjal banyak persyaratan yang dibuat Komisi Yudisial (KY).

“Itu jadi perhatian kami, bahwa hakim-hakim dari pengadilan negeri dan pengadilan tinggi sedikit yang menjadi hakim agung. Kita harus beri motivasi agar hakim-hakim itu berminat menjadi hakim agung,” kata John, saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (14/2).

Baca Juga :   Tutup Kongres I, Ketua MPR Ajak Pemuda Khonghucu Optimis di Tahun Politik

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Komisi III DPR, seorang hakim senior pada Pengadilan Negeri Palembang mengungkapkan, 60 persen calon hakim agung diambil dari non-karir. Masa depan para hakim karir telah dipatahkan oleh KY. Hakim senior itu menyebut, KY pernah menyeleksi calon hakim agung dengan melihat rumah para hakim karir yang dinilai mewah, lalu mencoretnya dari daftar calon.

Menurut anggota DPR dari daerah Pemilihan Sumbar II itu, persoalan seperti itu sebetulnya tidak prinsipil. Apa relevansinya fisik rumah calon dijadikan standar rekrutmen hakim agung oleh KY. “Saya berharap ada masukan bagi KY tentang persyaratan hakim agung. Sekarang ini lebih banyak hakim non-karir daripada hakim karir yang jadi hakim agung. Ini jadi problema kita,” ungkap mantan advokat itu.

Baca Juga :   DPD RI Ingatkan Kewajiban Pemerintah Lindungi Pekerja Migran

Terakhir, politikus Partai Golkar itu menegaskan, justru harus diprioritaskan adalah hakim-hakim karir dalam seleksi calon hakim agung. Sebab, mereka sudah mendalami pembuatan putusan dan menilai kebenaran fakta di persidangan.
“Perbandingan kuota hakim karir dan non-karir akan kita pelajari. Jangan sampai hakim agung itu didominasi hakim non-karir. Saya pribadi lebih memprioritaskan hakim karir di MA,” pungkasnya.

Loading...
loading...