oleh

Roy Suryo: Idealnya Orbit Satelit Satria Di Slot 113 Derajat Bujur Timur

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo mengkritisi rencana slot orbit Satelit Republik Indonesia (Satria) di 146 derajat Bujur Timur (BT) dengan alasan lebih cocok untuk mengembangkan wilayah timur Indonesia.

Sementara slot orbit yang lebih ideal menurut politikus Partai Demokrat itu adalah di atas langit Kalimantan, yakni di slot 113 derajat BT. Apalagi ada rencana Ibu Kota negara akan dipindahkan ke Kalimantan.

“Untuk Indonesia, idealnya slot orbit berada di atas Kalimantan, apalagi dengan rencana pemerintah yang ingin memindahkan Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan. Insha Allah katanya Kalimantan Timur,” kata Roy, saat mengikuti Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Baca Juga :   Hyundai Siapkan Truk Ramah Lingkungan di Jerman

Namun Roy menyatakan penyesalannya karena slot orbit pada 113 derajat itu masih digunakan oleh satelit Palapa, yang notabene bukan lagi milik Indonesia karena terkait akuisisi operator telekomunikasi Indosat oleh negara lain, sebagai pemilik satelit Palapa.
Selain itu, Roy juga mengungkap bahwa slot orbit 146 derajat yang akan digunakan oleh Satelit Satria telah ditempati oleh Satelit N1 milik Pasifik Satelit Nusantara.

Dia ingatkan, agar rencana slot orbit Satria ini tidak mengalami kendala seperti perpindahan tempat satelit atau menyewa tempat satelit seperti kasus satelit Artemis dan Avanti. “Jangan sampai di kemudian nanti, apa yang sudah kita dapat slot ini kemudian kita harus bergeser ke slot lain atau kita terus menyewa slot milik tempat lain seperti kasus Artemis atau Avanti yang dulu terjadi,” kata Anggota DPR RI dari daerah pemilihan D.I Yogyakarta itu.

Baca Juga :   FIFA 19 Absen Tahun Depan, Isyarat Boss EA

Ia tambahkan, daripada menggunakan orbit 146 derajat yang sudah digunakan Satelit N1, Roy menyarankan untuk merebut slot orbit 113 derajat yang dinilai ideal untuk satelit Satria. “Jangan sampai case slot ini yang sudah ada di 146 derajat Bujur Timur malah mau kita geser, padahal lifetime-nya masih lama. Mohon ini diperjuangkan. Dari pada menabrak, rebutan di slot 146 dengan N1, ya rebut kembali orbit kita yang sekarang masih dipakai Palapa,” pungkas Roy.

Loading...
loading...