oleh

Senator DKI: Fasum Harus Ramah Perempuan

Jakarta – Anggota DPD RI asal DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi penerapan pemisahan lokasi parkir kendaraan yang dikemudikan oleh perempuan dan laki-laki di sejumlah titik kantong parkir di Kota Depok.

Selain bertujuan untuk memudahkan perempuan, pemisahan ini menurut aktivitis perempuan ini, patut didukung karena berangkat dari niat untuk menjadikan fasilitas umum (Fasum) ramah bagi perempuan.

“Di semua fasilitas umum memang idealnya terdapat kebijakan yang memudahkan, melindungi, dan mengutamakan para perempuan. Kebijakan-kebijakan seperti ini sebenarnya sudah jamak diterapkan di negera-negara lain dan di banyak daerah di Indonesia,” kata Fahira, lewat rilisnya, Kamis (11/7/2019).

Kalau ada yang meributkan pemisahan ini lanjut dia, ini malah aneh karena kebijakan seperti ini untuk mempermudah perempuan menggunakan fasilitas publik dalam hal ini lokasi parkir.
“Perempuan terutama para ibu kerap membawa anaknya bekendara, makanya saat parkir harus dimudahkan. Apalagi di lokasi seperti rumah sakit, stasiun, bandara, kantor pelayanan publik, pusat-pusat perbelanjaan, dan lokasi lainnya,” tegas Wakil Ketua Komite III DPD RI ini.

Baca Juga :   Lagi! Setya Novanto Nyatakan Apresiasi Polri

Menurut Fahira, dalam aktivitas sehari-hari, perempuan terutama para ibu lebih banyak menggunakan fasilitas umum dari pada laki-laki. Ini karena perempuan lebih banyak melakukan aktivitas atau pola pergerakannya lebih bervariasi dalam kesehariannya.

“Jamak kita lihat ibu-ibu tiap hari mengantar-jemput anak ke sekolah, belanja ke pasar, membawa anak ke puskesmas/rumah sakit saat anak sakit, ke kantor-kantor pelayanan publik, atau bagi yang bekerja tidak jarang menggunakan kendaraan sendiri atau naik transportasi umum. Sehingga kebijakan penggunaan fasilitas umum sedapat mungkin harus memudahkan perempuan,” sarannya.

Oleh karena itu imbuh Fahira, membuat dan menerapkan kebijakan yang memudahkan perempuan di semua fasilitas publik, baik itu bentuknya pemisahan lokasi parkir yang lebih memudahkan perempuan atau tempat khusus bagi perempuan di transportasi umum menjadi sebuah keniscayaan dan patut didukung.

Baca Juga :   Terjebak Sensasi, Debat Publik Capres Minta Dipercepat

“Dalam lingkup yang lebih luas, idealnya semua daerah di Indonesia baik itu Pemerintah maupun dunia usaha harus menjadikan parameter ‘ramah bagi perempuan’ sebagai salah satu pertimbangan dalam membangun berbagai fasilitas umum,” pungkasnya.

Loading...
loading...