oleh

Bakamla RI Serahkan Proses Hukum 5 Kapal ke Polda Babel

Belinyu – Bakamla RI menyerahkan hasil penyidikan atas lima kapal yang ditangkap oleh Tim Operasi Khusus (Opsus) Bakamla RI / lndonesian Coast Guard (IDNCG) dengan KN Bintang Laut-401 ke pihak Polda Bangka Belitung (Babel).

Hal tersebut dikatakan Sestama Bakamla RI  Laksda Bakamla S. Irawan, M.M., saat jumpa pers di kapal Bakamla bernama KN Bintang Laut-401 yang sedang sandar di  Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Kabupaten Bangka, Privinsi Bangka Belitung, Jumat (23/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, penyerahan hasil tangkapan lima kapal ‘nakal’ itu dilakukan oleh Sestama Bakamla RI Laksda Bakamla S. Irawan, kepada Wakapolda Bangka Belitung Kombes Pol Drs. Slamet Hadi Supraproyo.

Penangkapan terhadap lima kapal yang diduga melakukan kegiatan illegal itu terdiri dari satu Kapal Isap Pasir (KIP) Timah dan empat lainnya kapal SPOB/MT, pensuplai bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Baca Juga :   Rizal Ramli Minta KPK Telusuri Proses dan Prosedur Impor Pangan

“Tertangkap pada hari Minggu, 18 Agustus 2019, sehari setelah peringatan hari kemerdekaan. Kemungkinan mereka ini memanfaatkan hari hari libur seperti itu,” ujar S. Irawan.

Pada Tahun 2019, terdapat sebanyak 21 kasus di Indonesia. Namun khusus Bangka Belitung, baru kali ini, baru satu kasus. “Dan ini menurut saya yang terbesar, lima kapal kita tangkap dalam satu hari,” ujarnya.

Menurut Irawan, sejumlah kesalahan yang dilakukan empat kapal tanker tersebut antara lain Kapal Tanker tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), tidak memiliki izin transport BBM di tengah laut, Perijlzinan kapal tanker tidak terdaftar di pertamina, izin harga minyak tidak ada, dan terakhir, kualitas minyak tidak sesuai dengan pertamina.

Baca Juga :   Usut Tuntas Bandar Narkoba Pembakar Fahri dan Keluarga

Sedangkan untuk KIP Timah kesalahannya yakni melakukan aktifitas penambangan tidak mengantongi izin. “Kita terus bersinergi dengan unsur terkait menumpas kejahatan di laut, khususnya masalah BBM illegal dan sumber daya alam di Indonesia. Hari ini saya serahkan kasus ini kepada Polda Babel,” pungkas Laksda Irawan.

Loading...
loading...