oleh

Senator Terpilih Anggap Pemblokiran Internet di Papua Bukan Solusi

Jakarta – Anggota Terpilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi Papua Yorrys Raweyai menyatakan pemblokiran jaringan internet di Papua karena alasan keributan tidak akan menyelesaikan masalah. Karena itu, Yorrys mendesak pemerintah segera cari solusi yang tepat untuk menyelesaikan secara komprehensif.

“Cara seperti itu bukan solusi, memblokir internet menunjukkan kita tidak punya kemampuan menyelesaikan (kericuhan),” kata Yorrys, di Jakarta, Sabtu, (24/8/2019).

Pemblokiran jaringan internet lanjut Senator Terpilih itu, justru akan memperkeruh keadaan. Masyarakat menjadi rawan terkena informasi yang tidak benar atau hoaks.

“Ini kan keliru, ini membuat orang bertanya-tanya dan kepingin tahu, dia berasumsi macam-macam. Dengan ini tidak bisa menekan hoaks, teknologi tidak bisa ditutup,” tegas dia.

Baca Juga :   Politikus PDIP Jagokan Bamsoet Ketua DPR

Mantan Anggota DPR RI itu mengingatkan, masalah di Papua sudah menjadi pembicaraan dunia internasional. Pemerintah harus sikapi itu.

“Australia, negara-negara pasifik, kalau lihat di youtube (membicarakan Papua), terus kita mau tutup dari mana, lebih bahaya di luar atau di dalam ini?,” tanya Yorrys.

Sebelumnya, Kemkominfo memutuskan memblokir layanan data sementara di Papua dan Papua Barat. Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil kesepakatan.

“Setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Kemkominfo memutuskan melakukan memblokir sementara layanan data telekomunikasi,” kata Ferdinandus, Rabu, (21/8/2019).

Dijelaskannya, pemblokiran jaringan internet dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, hingga Papua kondusif.

Baca Juga :   Roda Lion Air JT-610 Ditemukan

Tindakan yang sama juga diberkakukan pada Senin, (19/8/2019). Kala itu, Kemkominfo memperlambat akses jaringan internet di beberapa wilayah Papua saat aksi massa menjalar akibat intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Loading...
loading...