oleh

Dinilai Gagal, Airlangga Diminta Lempar Handuk

Jakarta – Wakil Ketua Umum Bidang Hukum & Teritorial Pusdal Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), Lawrence Siburian mengatakan dua tahun sudah Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Masalahnya menurut Lawrence, dua tahun jadi ketua umum, Airlangga tidak berbuat apa-apa untuk Partai Golkar.

“Dalam catatan saya, terakhir bulan Agustus 2018 Airlangga memimpin rapat di DPP Golkar. Hingga kini Golkar tidak ada lagi menggelar rapat,” kata Lawrence, di sela-sela konferensi pers Eksponen Ormas Trikarya Golkar (Soksi, Kosgoro 57 dan Ormas MKGR), di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, Airlangga sukses menjadi Menteri Perindustrian, tapi gagal di Partai Golkar. “Bukan jelek, tapi Airlangga sukses jadi menteri tapi gagal di Golkar karena kalah di Pemilu 2019 dan banyak bupati serta wali kota bahkan gubernur yang dari kader Golkar tumbang di Pilkada,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kaum Muda Nahdliyin Ikrar Menangkan KMA

Karena gagal ujar dia, maka sudah saatnya Golkar melakukan musyawarah nasional (Munas). “Contoh Pak JK, mundur dari ketua umum setelah Golkar kalah. Itu mestinya dicontoh Airlangga,” tegasnya.

Ini kalau dibiarkan kata Lawrence, akan merusak partai. Partai Golkar harus tetap kompak. “Saya sudah keliling ke banyak senior Partai Golkar. Pesan mereka pilih ketua umum sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” tegasnya.

Untuk memilih ketua umum lanjutnya, bisa lewat Munas atau konvensi sebagaimana yang dilakukan oleh Jusuf Kalla tanpa harus menunggu bulan Desember.

“Airlangga harusnya lempar handuk. Kalau ada tokoh yang menyanjungnya, sadarlah, bercerminlah. Sebab, saat ini Golkar sudah pecah karena ada Golkar kubu Airlangga dan ada pula kubu Golkar Bambang Soesatyo yang sudah saling berhadapan,” pungkasnya.

Loading...
loading...