oleh

Kemenhub Fokus Genjot Aksesibilitas di 5 Destinasi Super Prioritas

Jakarta – Laju pariwisata di lima destinasi super prioritas bakal berdenyut makin kencang. Pasalnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan fokus mengenjot aksesibilitas di lima destinasi super prioritas sampai tahun 2020.

Hal tersebut dikatakan langsung Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III, Selasa (10/9). Pada Rakornas yang digelar di Swissotel PIK Avenue itu, Menhub memaparkan pihaknya siap mengelontorkan anggaran untuk membangun infrastruktur transportasi di lima daerah tersebut.

“Investasi Kemenhub di lima titik tersebut sekitar belasan triliun. Untuk daerah Labuan Bajo, butuh lebih dari Rp 1 triliun dan daerah Likupang, Manado sekitar Rp 500 miliar,” ungkapnya, Selasa (10/9).

Menhub menambahkan, anggaran tersebut merupakan anggaran yang akan didapat dari APBN TA 2020.

Di Labuan Bajo, Kemenhub akan membangun Bandara Udara Komodo. Selain itu, Kemenhub juga akan membangun fasilitas penunjang pariwisata berupa Marina seluas 2,4 hektar. Di area tersebut, hotel dengan jumlah 147 kamar dan tinggi 5 lantai akan dibangun. Kemenhub juga akan menyediakan Kapal Komodo sebagai sarana transportasi, sebagai permintaan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga :   Sekjen Global Geopark Network UNESCO Terpukau Pariwisata Banyuwangi

Sementara di Likupang Kemenhub akan mengembangkan Pelabuhan Likupang dengan luas 3 hektar senilai Rp 30 miliar. Sedangkan sisanya digunakan untuk meningkatkan kapasitas penumpang di Bandara Samratulangi.

Lantas bagaimana dengan tiga destinasi lainnya? Soal itu Kemenhub memiliki target yang tak kalah besarnya. Yang pertama Kemenhub akan membangun lintasan kereta api intensif menuju Borobudur dengan rute Joglo Semarkerto (Jogja-Solo-Semarang-Purwokerto).

Pihaknya juga akan mengembangkan KA Bandara Adi Soemarmo yang melayani rute Bandara Adi Soemarmo dengan Stasiun Solo Balapan. Dengan adanya kereta api ini, perjalanan dari Solo Balapan ke Bandara Adi Soemarmo dapat ditempuh hanya dengan 25 menit. Ditargetkan satu rangkaian kereta akan bisa beroperasi pada November 2019 mendatang. Pada 2020, titik ini diharapkan mampu menyediakan dua rangkaian kereta api.

Baca Juga :   Keseruan Pelatihan SDM Pariwisata Berlanjut di Universitas Pancasila

“Di Danau Toba, kami akan membangun 8-9 titik pelabuhan. Kapal juga akan kami sediakan, didesain khusus dan aman. Kami juga akan bangun Bandara SIBISA. Kalau di Lombok sudah tidak ada masalah,” jelasnya.

Dengan rancangan tersebut, Menhub menargetkan bisa menyelesaikannya pada akhir 2020. Pihaknya juga menargetkan bisa mendatangkan 18,5 juta wisatawan mancanegara dan menggerakan wisatawan nusantara dalam 310 juta perjalanan pada 2020. “Paling utama, kami berharap bisa menyumbang devisa sebesar US$ 19 – 21 juta di tahun 2020 dari sini,” pungkas Budi.

Menteri Pariwisata sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemenhub tersebut. Menpar mengakui saat ini semua lini mengeroyok pembangunan di lima destinasi “super” prioritas. Terlebih lagi aksesibilitasnya yang menjadi poin penting penyuplai wisatawan. Peningkatan ini jelas akan membuat lompatan kunjungan wisatawan mancanegara. Imbasnya jelas pada peningkatan pada minat investasi.

Baca Juga :   Keberagaman Budaya Jadi Penggerak Pariwisata Banyuwangi

“Saya selalu mengatakan, konsep pengembangan destinasi itu adalah 3A (Akses, Amenitas, Atraksi) Dalam atraksi kita kaya akan budaya dan alam. Namun selama ini masalahnya pada akses sehingga kini kita perkuat aksesnya. Pengerjaannya keroyokan dengan spirit Indonesia Incorporated. Tentunya dengan kerja keroyokan tugas ini jadi ringan,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Loading...
loading...