oleh

Ditempatkan di Komisi IV, Tuasikal Siap Perjuangkan Petani dan Nelayan

Jakarta – Fraksi Nasdem telah menempatkan Abdullah Tuasikal di Komisi IV DPR-RI yang membidangi Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/Kelautan serta pangan.

Ditempatkan Tuasikal di Komisi IV ini untuk membantu memperjuangkan nasib para petani dan nelayan di Provinsi Maluku, yang mana hasil tani dan hasil tangkap mereka belum terorganisir dengan baik.

“Alhamdulillah saya dipercayakan Fraksi Nasdem untuk tempati Komisi IV, yang akan saling bersinergi dengan mitra kerja dalam rangka kesejahteraan masyarakat Maluku yang notabene sebagai petani dan nelayan,” kata Tuasikal kepada wartawan di Gedung DPR-RI, Kamis (31/10).

Menurut mantan Bupati Maluku Tengah dua periode ini, dirinya sudah menyiapkan berbagai program kerja ke depan yang akan mendorong kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada petani dan nelayan di Maluku.

Baca Juga :   Sebut Rumpon Nelayan Maluku Ilegal, Tuasikal Semprot Menteri KKP dan Stafnya

“Saya akan mendorong kebijakan atau regulasi yang berpihak pada petani dan nelayan di tingkat nasional. Terkait dengan rendahnya harga cengkeh, pala, kopra dan kakao di Maluku maka ini semua akan di dorong untuk peningkatan harga pasaran,” ucap Tuasikal.

Dijelaskan Tuasikal, sejauh ini masalah utama yang dihadapi oleh para nelayan di Maluku adalah tidak adanya alat deteksi lokasi penangkapan atau fishing ground, hingga arah penangkapan yang dilakukan oleh nalayan masih manual atau mengikuti tanda-tanda alam.

“Nelayan hanya menggunakan insting dengan mengamati tanda-tanda alam, seperti adanya gerombolan ikan lumba-lumba atau burung untuk menentukan lokasi penangkapan,” beber Tuasikal.

Hal ini, kata Tuasikal disebabkan karena tidak adanya rumpon di WPP 714 perairan laut banda. Jika pada WPP 714 perairan laut banda tersedia rumpon-rumpon untuk nelayan, maka sangat memudahkan nelayan untuk melakukan penangkapan.

Baca Juga :   PULD Bentuk Tim Kerja Khusus Ranperda dan Perda

“BBM yang digunakan nelayan akan lebih irit, karena tidak perlu berkeliling terlebih dahulu untuk mencari gerombolan lumba-lumba dan
burung, tetapi perahu nelayan dapat langsung menuju ke lokasi rumpon sebagai fishing ground yang sudah pasti,” jelas Tuasikal. (***)

Loading...