oleh

Musim Kemarau, Politisi PKS: Pemerintah Perlu Antisipasi Gagal Panen

Jakarta – Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi gagal panen pangan sebagai akibat dari musim kemarau yang berkepanjangan. Bahkan ujar Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II itu, dalam waktu satu bulan ke depan gagal panen ini bakal terjadi di Bone, Bulukumba, Wajo, Pangkep, dan Maros.

“Musim kekeringan yang berkepanjangan ini membuat lahan padi gagal panen atau puso melonjak tajam tahun ini. Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah taktis untuk mengendalikan harga beras pada bulan depan yang diduga akan bergejolak,” kata Akmal, lewat rilisnya, Kamis (10/10/2019).

Loading...

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkap data yang ia terima dari beberapa sumber mengatakan telah terjadi kekeringan pada luasan lahan pertanian yang meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga :   Pemerintah dan DPR Sepakat Bentuk Panja RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

“Lahan pertanian yang terpapar puso mencapai hingga 70 ribu hektar. Angka ini meningkat tajam bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai 30 ribu hektar. Selain kegagalan panen yang mengurangi jumlah stok pangan nasional, juga memicu para petani menanam komoditas non beras, sehingga pasokan beras di gudangnya kosong. Akibatnya, petani beras menjadi konsumen beras,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, data Kementerian Pertanian pun menunjukkan lahan padi yang puso akibat kekeringan mencapai 31 ribu ha hingga Juli 2019. Begitu luasnya lahan yang puso tersebut, menunjukkan bahwa area gagalnya paling luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di mana tahun lalu sekitar 26-28 ribu hektar.

“Meski saat ini sudah mulai terlihat akan segera masuk musim penghujan, namun akibat kekeringan ini saya berharap pemerintah tidak melakukan impor beras secara besar-besaran. Kita akan melihat kinerja pemerintah satu bulan ke depan, apakah mampu mengatasi manajemen stok pangan, atau malah melakukan impor beras,” pungkas Akmal.