oleh

Darul Berharap Airlangga Sukses Di Menko, Bamsoet  Berhasil Mengembalikan Kejayaan Golkar

Jakarta – Wakil Koordinator bidang Kepartaian DPP Golkar Darul Siska mengatakan Pleno DPP sudah selesai digelar pada Selasa 5 Nopember 2019 malam. Agenda penting yang sudah ditetapkan antara lain Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) digelar pada 14-15 Nopember 2019 dan Musyawarah Nasional (Munas) dihelat pada 3-6 Desember 2019, di Jakarta.

“Seiring dengan telah ditetapkannya waktu dan tempat Rapimnas dan Munas, maka kader Partai Golkar yang berminat jadi calon ketua umum boleh mempersiapkan diri,” kata Darul, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan – Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Loading...

Namun dari banyak nama yang beredar untuk menjadi calon orang pertama di partai berlambang pohon beringin itu, Darul cuma menyebut dua bakal calon kuat yang nantinya akan bertarung di Munas Partai Golkar. “Saya lihat ada dua tokoh yang potensi jadi calon ketua umum yaitu Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Sebagai kader, saya berharap keduanya sukses,” ujar Darul.

Baca Juga :   DPR Minta KPU Siapkan Pemilu Secara Baik

Selain itu, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat I ini menyatakan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberi kepercayaan kepada kader Golkar Airlangga untuk menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian untuk lima tahun ke depan.

“Bila Airlangga sukses membenahi perekonomian Indonesia, maka berpotensi untuk menjadi calon presiden pada Pemilu tahun 2024 nanti. Agar Airlangga sukses, maka harus fokus mengurus perekonomian nasional sekaligus membantu Presiden Jokowi,” pintanya.

Di sisi lain kata Darul, Bamsoet mulus untuk menjadi Ketua MPR RI karena didukung penuh oleh semua fraksi-fraksi partai politik dan kelompok DPD RI di MPR RI. “Namun, menjelang Munas muncul satu aspirasi besar daerah DPD-DPD Partai Golkar yang menuntut Bamsoet untuk mengurus Golkar. Harapan kader, Airlangga sukses sebagai Menko bidang Perekonomian dan Bamsoet juga sukses mengembalikan kejayaan Golkar,” ungkapnya.

Baca Juga :   Politisi Golkar Minta BIN Investigasi Rektor Asing

Terkait dengan rangkap jabatan Ketua Umum Golkar sekaligus di Pemerintahan, Darul menceritakan ketika Jusuf Kalla menjadi wakil presiden era pemerintahan pertama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Pak JK rangkap jabatan jadi wakil presiden sekaligus ketua umum, tidak sukses. Bahkan maju sebagai calon presiden juga kalah. Tapi ketika Pak JK tidak lagi menjadi ketua umum tapi menjadi wakil presiden masa pemerintahan pertama Pak Jokowi, terbukti sukses,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, terkait dengan fenomena dukung-mendukung yang diinisiasi oleh para senior Partai Golkar?, Darul mengingatkan mestinya para senior bertanggungjawab untuk membangun kondusifitas Partai Golkar. “Senior sebaiknya tidak dukung sana, dukung sini, tapi bangunlah kondusifitas internal Partai Golkar, terlebih menjelang Munas,” pungkasnya.