oleh

Jelang Munas Golkar, Timses Bamsoet: Di Luar Kader Jangan Ikut Campur Menentukan Ketua Umum

Jakarta – Ketua Tim Sukses Bambang Soesatyo, Ahmadi Nur Supit menyatakan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi atas kepercayaannya mengangkat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian periode 2019-2024.

Sedangkan kepada Airlangga, Ahmadi meminta agar fokus dalam menjalankan kepercayaan yang telah diberikan presiden untuk menyelamatkan ekonomi nasional yang saat ini kurang menguntungkan.

Loading...

“Yang terima amanat harus kosentrasi menyelamatkan ekonomi nasional. Jangan terbagi waktunya, fokus saja membantu Pak Presiden,” kata Ahmadi, saat menggelar Press conference H Bamsoet SE MBA sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024, di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Demikian juga halnya dengan Presiden Jokowi, menurut Ahmadi, jangan pula tanggung-tanggung memanfatkan potensi dari kader Partai Golkar karena optimalisasi ini sangat penting sebab kinerja kader Golkar yang diberi amanat terkait langsung dengan marwah Golkar. “Kalau sudah diberi tanggung jawab, jangan setengah-setengah,” ujarnya.

Baca Juga :   Politikus NasDem Bilang RUU KUHP Segera Disahkan Jadi UU

Di sisi lain lanjut dia, Partai Golkar butuh calon ketua umum dari kader yang betul-betul punya waktu untuk mengurus Partai Golkar. “Makanya, urusan kepemimpinan Partai Golkar, kaderlah yang paling tahu. Di luar kader jangan ikut campur menentukan ketua umum. Jangan mengintervensi. Tidak boleh ada intervensi dari pihak luar Partai Golkar, termasuk partai politik lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Ahmadi merespon pernyataan Jokowi yang oleh sebagian orang dinilai mendukung Airlangga Hartarto kembali menjadi Ketua Umum Partai Golkar. “Soal pernyataan Jokowi yang terkesan mendukung salah satu calon, itu soal interpretasi orang. Yang pasti siapa pun bahkan presiden juga tidak akan bisa mengintervensi Partai Golkar, sebab di Golkar, aturan main yang ditegakkan, bukan interpretasi. Ada misalnya dukungan dari teman atau atasan, biasa itu. Tapi Golkar tetap konsisten menegakkan aturan,” pungkasnya.