oleh

Kemnaker: 74,3 persen Pekerja Indonesia Masih Manual dalam Bekerja

Tangerang Selatan – Staf Ahli Menaker Bidang Kerja Sama Internasional, Suhartono menyatakan, guna menghadapi revolusi industri 4.0, pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola masalah ketenagakerjaan di tempat kerja.

“Pengembangan SDM jika dikaitkan dengan masalah globalisasi, tentunya tidak lepas dari ranah revolusi industri 4.0. Untuk itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas SDM yang mampu mengelola permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia,” kata Suhartono, mewakili Menteri Ketengakerjaan, di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (21/11/2019), saat membuka Seminar Pengembangan dan Inovasi Pendidikan Tinggi Vokasi untuk Menciptakan SDM Unggul.

Loading...

Hasil data dari asosiasi pengguna jasa internet pada tahun 2018 ujarnya, sekitar 64 persen atau 171 juta orang tersambung Internet, di mana dari jumlah penduduk sekitar 262 juta orang.

Baca Juga :   Latihan Staf Gema Bhakti 2019 Latihkan Perpaduan Kerja Sama Staf TNI dan AS

Di sisi lain, hasil survei Sakernas BPS pada bulan Februari 2019 yang diolah oleh Pusdatin Kemnaker, kata Suhartono baru 25,6 persen tenaga kerja Indonesia yang menggunakan teknologi atau digital. Artinya, 74,3 persen pekerja Indonesia masih manual dalam bekerja.

“Saya berharap dengan adanya Pendidikan Tinggi Vokasi, yakni Politeknik Ketenagakerjaan, mampu menjawab tantangan tersebut dengan menciptakan SDM unggul bidang Ketenagakerjaan,” kata Suhartono.

Dia berharap masukan-masukan yang konstruktif dari asosiasi pengusaha, serikat pekerja/buruh dan masyarakat dan perserta semua guna pengembangan kurikulum pelatihan dan pendidikan vokasi di Indonesia

“Kita juga berharap politeknik Ketenagakerjaan mampu menghasilkan lulusan terbaik dan seluruh lulusan Politeknik Ketenagakerjaan dapat terserap seluruhnya untuk bekerja di industri,” kata Suhartono

Baca Juga :   Warisan Kita Jadi Tema Hari PBB, Modal Perdamaian dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Acara ini juga dihadiri, Staf Ahli Menteri bidang Kebijakan Publik, Reyna Usman; PLT Dirjen Binwasnaker dan K3, Iswandi Hari; Kepala Biro OSDM, Helmiaty Basri; Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan, Sukanta; Dekan Vokasi UGM, Wikan Sakarinto; dan para narasumber lainnya.

Dalam laporan penyelenggaraan acara, Elsie Armaita selaku Kapusdiklat Kemnaker berharap kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang skill dan kompetensi yang dibutuhkan pada era glogalisasi dan teknologi guna menghasilkan SDM yang unggul melalui pendidikan tinggi vokasi.