oleh

Komisi I DPR Dorong Dialog Selesaikan Masalah Papua

Jayapura – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid meminta aparat keamanan untuk lebih mengedepankan aspek dialog ketika menanggapi aspirasi rakyat Papua. Menurutnya, kegiatan dialog tersebut merupakan alternatif yang tepat guna menjaga situasi keamanan di Papua, agar tetap kondusif pasca kerusuhan Wamena, 19 Agustus 2019 lalu.

Permintaan tersebut disampaikan Meutya lewat rilisnya, usai memimpin rapat Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI dengan Wakil Gubernur Papua beserta jajarannya, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tokoh masyarakat Papua, di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Jumat (8/11/2019).

Loading...

“Semua memang harus dilakukan dengan pendekatan dialog. Saya rasa tidak cukup dengan hanya mengedepankan penegakan hukum, karena kita semua ini sama-sama warga negara Indonesia. Maka tidak boleh tertutup dialog antar bangsa. DPR paling utama mendengarkan aspirasi masyarakat,” tegas Meutya.

Baca Juga :   Oesman Sapta: Pimpinan Parlemen Ke Palu Tanpa Muatan Politik

Politisi Partai Golkar ini mengaku bahwa dirinya merasa lega bisa berkomunikasi langsung dengan tokoh-tokoh di Papua untuk menyerap aspirasi dan keinginan masyarakat Papua dalam keterlibatan mereka di dalam NKRI. Menurutnya, apabila ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam kasus kerusuhan yang melibatkan warga Papua, maka penegakan hukum harus tetap diutamakan.

“Kami bisa memahami keinginan teman-teman, masukan dari masyarakat Papua perlu penegakan hukum melalui dialog. Saya rasa bentuk statement politik dari para Anggota akan membantu mendorong narasi tersebut. Dan saya rasa walaupun Kepolisian bukan mitra kerja Komisi I, tapi saya rasa mereka akan mengedepankan hal itu,” imbuhnya.