oleh

M Ali Taher: Saya sarankan Menteri Agama belajar, apa itu agama dan apa itu faith

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI M. Ali Taher berharap Kementerian Agama (Kemenag) bisa menjadi pengawal rohani bangsa sehingga isu radikalisme tidak muncul lagi. Berdasarkan beberapa petikan sejarah kata politisi Partai Amanat Nasional itu, isu radikalisme cukup berhasil membangun peradaban atau perjumpaan peradaban.

“Jangan lagi muncul isu-isu radikalisme. Kalau tidak ada radikalisme, tak pernah ada (Raja) Namrud berjumpa dengan (Nabi) Ibrahim. Jika tidak ada radikalisme, (Nabi) Musa tidak akan bertemu Firaun. Jika tidak ada radikalisme, maka (Nabi) Muhammad tidak akan bertemu dengan Abu Lahab, Abu Jahal,” kata Ali, saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Agama Fachrul Razi, di Kompleks Parlemen, Senayan – Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Loading...
Baca Juga :   Jelang Pemilu 2019, Kinerja Ekonomi Diharapkan Tetap Fokus dan Antisipatif

Dijelaskannya, kata radikalisme adalah akar dari sebuah persoalan theologis. Yang keliru adalah menggunakan radikalisme pada konteks politik yang menghancurkan peradaban.

Pihaknya setuju, jika radikalisme digunakan untuk membangun peradaban dan melakukan perjumpaan peradaban. “Namun kalau radikalisme digunakan untuk menghantam Negara, perilaku tersebut tentu harus dilawan, karena Islam mengajarkan kesatuan bangsa itu fardhu ‘ain (wajib). Saya sarankan Menteri Agama belajar, apa itu agama dan apa itu faith,” sarannya.

Ditegaskannya, tanpa agama tidak ada kata “Atas berkat Rahmat Allah SWT” dalam pembukaan UUD 1945. Bung Karno ujarnya, pun melahirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan kata “Atas nama Bangsa” yang artinya menghimpun bangsa, seluruh kekuatan bangsa ada di situ.

Baca Juga :   Politikus PPP: Hukuman Mati Tetap Dipertahankan dalam RKUHP

“Oleh karena itu, belajar bijaklah dalam berjalan di dalam pelabuhan Nusantara ini. Hendaknya Menteri Agama sebagai wasit, jangan sampai wasit berjalan di dalamnya, maka anda (Menag) akan kehilangan pemain, dan anda kemudian berjalan sendiri di dalamnya,” imbuh Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Banten III itu.