oleh

Semarak Pekan Indonesia di Italia Memperingati 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI – Italia

Roma – Memperingati 70 tahun terjalinnya Hubungan Diplomatik RI-Italia, KBRI Roma menyelenggarakan berbagai acara dalam rangkaian kegiatan La Settimana Indonesiana (Pekan Indonesia) di Italia pada 23-31 Oktober 2019.

Wakil Menteri Luar Negeri Manlio di Stefano menyampaikan sambutan pada acara puncak Resepsi Diplomatik dan Pertunjukan Seni Budaya Indonesia di Teatro Argentina, Roma tanggal 28 Oktober 2019. “Indonesia is the world’s third largest democracy and Italy supports your government in its endeavour to force it’s social inclusion, religious and intercultural dialogue, to preserve pluralist and a tolerant society.”

Loading...

“Indonesia is one of our main economic partners in ASEAN. Bilateral trade flows reach 3 billion euro in 2018. I strongly believe there is room for further improvement of this figure. I also had the opportunity to participate in the 11th Bali Democracy Forum (2018) as a platform for dialogue and promotion of democracy worldwide.” tambah Wamenlu Italia.

Kegiatan Pekan Indonesia dibuka dengan acara “Indonesian Gastro-diplomacy and Culinary Festival” bekerja sama dengan Festival della Diplomazia pada 23 Oktober 2019. Festival della Diplomazia merupakan salah satu kegiatan diplomasi publik yang didukung oleh Kementerian Luar Negeri Italia.

Acara diawali dengan demo memasak dan penyajian tumpeng oleh juru masak Rahmadi Subagyo dan Suliyah dari Wisma Duta Besar RI yang kemudian dilanjutkan dengan demo memasak oleh seorang juru masak Italia, Chef Antonio Ziantoni dari komunitas Ambasciatori del Gusto (duta cita rasa). Chef Antonio Ziantoni meracik secara khusus resep “morone fish” dengan menggunakan material bahan dan bumbu yang eksotis seperti pada bumbu tumpeng, memberikan inspirasi bagi para pengunjung akan interpretasi cita rasa Indonesia pada masakan Italia.

Baca Juga :   Kemenag Usulkan Akomodasi Full Musim di Madinah

Peryaan berlanjut dengan acara Promosi Seni Budaya Indonesia dan Pertemuan dengan Pemda dan Dewan kota Grosseto di Region Tuscany pada 25 Oktober 2019. Wakil Walikota Grosseto, Luca Agresti menyampaikan kepada para anggota Muspida dan Dewan Kota mengenai pentingnya mengenal Indonesia, salah satu kekuatan ekonomi baru yang juga kaya akan budaya. Melalui budaya diharapkan terjalin saling pengertian yang dapat memperkuat kerja sama di bidang lainnya, termasuk bisnis.

Indonesia dapat menjadi mitra bagi Grosseto karena memiliki produk-produk seperti kopi, cokelat yang dapat digunakan untuk industri pertanian setempat seperti industri susu.

Pada hari yang sama juga dilaksanakan pemutaran film Indonesia dalam Festival del Cinema d’Indonesia yaitu ‘Valentine’, ‘Battle of Surabaya’ dan ‘Kartini’ di bioskop Aurelia Antica di Grosseto. Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Indonesia Meets Italy (IMI) dan Konsul Kehormatan RI yang baru untuk wilayah Tuscany dan Reggio Emilia, Jacopo Cappuccio. Para pejabat dan warga setempat antusias menonton film Indonesia maupun diskusi mengenai peran perempuan, yang terinspirasi dari film Kartini.

Di sela pemutaran film, grup seni Artina Jakarta memeriahkan suasana dengan tarian ‘Mitreka Bawana’ dari Sulawesi Tenggara yang melambangkan persahabatan dan kerja sama dengan irama yang dinamis. Sementara Ifan Hardiknas Pah mempesona para pengunjung dengan dentingan suara instrumen Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :   Inilah PP No. 36/2019 tentang Pemberian THR Bagi PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara, dan Pensiunan

Resepsi Diplomatik dan Pertunjukan Seni Budaya Indonesia digekar di gedung Teatro Argentina, Roma menjadi puncak kegiatan peringatan HUT ke-74 RI dan 70 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Italia. Hadir lebih dari 600 orang tamu undangan yang terdiri dari para pejabat Italia, korps diplomatik, pengusaha dan tokoh terkemuka setempat, akademisi, dan masyarakat Indonesia.

Duta Besar RI Esti Andayani membuka acara dengan memberikan kejutan kepada para hadirin dengan menari ‘Golek Putri’ bersama maestro tari Indonesia, Dr. Nungki Kusumastuti. Tari klasik dari Yogyakarta ini mengisahkan putri keraton yang bersolek untuk mempersiapkan diri menjelang momen yang spesial.

Pertunjukan berdurasi sekitar 75 menit ini menampilkan tari ‘Lenggang Kipas’ dari Jakarta, tari ‘Pangkur Sagu’ dari Papua, tari ‘Naikonos Larik’ dari NTT, tari ‘Mitreka Bawana’ dari Sulawesi Tenggara dan pertunjukan musik oleh trio Ifan Hardiknas Pah (sasando), Mia Ismi (violin, vokal) dan Kiel Dharmawel (gendang melayu). Para penari dan musisi tersebut bergabung dalam grup seni Artina dari Jakarta, pimpinan Haryati Abelam dengan Nungki Kusumastuti selaku direktur artistik.

Para warga Italia juga ikut memeriahkan suasana dengan penampilan Gamelan Bali grup Puspa Sari 2.0 binaan KBRI Roma, yang dipimpin Profesor Giovanni Giuriati dan grup pencak silat Garuda Academy Roma, pimpinan Simone Mondello.

Baca Juga :   Ingin Tahu Semarang Tempo Doeloe ? Datang Aja ke Festival Kota Lama 2018

Para penonton kagum menyaksikan pertunjukan yang dikemas apik dalam konsep East meets West (pertemuan budaya timur dan barat) ini. Kejutan kembali hadir di penghujung acara, saat Duta Besar Esti Andayani berdansa dengan Alessio Specolizzi dengan irama waltz, rhumba dan salsa. Para penonton pun ikut bergoyang dalam persahabatan, persaudaraan dan perdamaian saat tarian Mitreka Bawana kembali dibawakan secara interaktif bersama seluruh pengisi acara sebagai acara penutup.

Masterclass/Workshop ‘Diversity in Unity’ di Universitas La Sapienza Roma tanggal 30 Oktober dan Universitas Napoli L’Orientale pada tanggal 31 Oktober yang dibawakan oleh maestro tari Indonesia Dr. Nungki Kusumastuti telah menarik minat mahasiswa Italia untuk lebih dalam mempelajari seni dan budaya Indonesia. Workshop didukung oleh penari dan musisi dari grup seni Artina Jakarta yang memberikan praktek tari dan musik dari berbagai daerah di Indonesia.

Resepsi dan Pertunjukan Seni Budaya Indonesia di Napoli, pada 31 Oktober 2019 menutup rangkaian Pekan Indonesia di Italia. Sejak 1949, Indonesia dan Italia telah menikmati hubungan diplomatik yang erat dan kuat dalam berbagai aspek. Kedua negara juga telah mengembangkan kerja sama dalam berbagai bidang yang memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Terdapat banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara Napoli dengan kota-kota besar di Indonesia dan KBRI Roma siap mendukung peningkatan kerja sama dimaksud. (kemenlu)