oleh

DPD RI Apresiasi Capaian PNBP Jawa Tengah

Semarang – Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Novita Anakotta menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) atas capaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Capaian PNBP Jateng sangat luar biasa, walaupun tadi Pak Gubernur bilang itu bukan merupakan rumus tapi harus ada kreativitas sendiri untuk menurunkan angka kemiskinan, jadi bukan semata-mata PNBP besar maka angka kemiskinan turun,” kata Novita, saat rapat kerja dengan Pemprov Jateng dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng, di Gedung Keuangan Negara Semarang, Selasa (3/12/2019).

Meski demikian, Komite IV DPD RI tetap memberikan rekomendasi antara lain Surat Keterangan Tanah (SKT), DPD RI akan ikut memperjuangkan itu sesuai pesan pak gubernur, karena kita tahu ada wacana terkait kenaikan cukai dan tetap menjadi konsen tentang tata kelola PNBP meskipun telah ada landasan hukum UU Nomor 9 tentang PNBP tahun 2018.

Baca Juga :   Senator Anggap Kantor Perwakilan DPD RI Di Sulawesi Selatan Tak Penuhi Syarat Minimum

Wakil Komite IV DPD RI yang juga Senator asal Jawa Tengah Casitha A Kathmandu mengungkapkan, tujuan rapat kerja ini adalah untuk menggali informasi pengawasan UU nomor 9 tahun 2018 tentang PNBP di Provinsi Jawa Tengah. “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan dan penjelasan secara langsung terkait pelaksanaan UU nomor 9 tahun 2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak,” jelasnya.

Lebih lanjut Casitha mengatakan, hasil dari Raker dengan Pemprov dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng ini akan dibuat rekomendasi kepada eksekutif.

“Terkait dengan implementasi yang ada di daerah akam kami tindaklanjuti dengan mengekskalasi di tingkat Pusat,” katanya.

Diketahui, PNBP di wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah sepanjang Januari- 2 Desember 2019 terus bertumbuh. Bahkan diproyeksikan capaian hingga tutup tahun nanti akan naik sekitar 3 persen.

Baca Juga :   Senator DKI Bangga dengan Rekan Indonesia

Realisasi PNBP telah mencapai Rp5,25 triliun atau 131 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 atau sebesar Rp3,8 triliun. Hal tersebut dikemukakan Kakanwil DJPb Jateng,  Sulaimansyah. “Ini masih dalam perjalanan, baru posisi sampai November, nanti kalau sudah Desember, kita proyeksikan akan tumbuh atau lebih baik dari tahun 2018 hingga tutup tahun nanti,” katanya.

Menurutnya, Jenis PNBP didominasi oleh pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), terutama dari Pendapatan Jasa Layanan Umum, yang nilainya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“PNDP Jawa Tengah ini unik karena paling banyak disumbang oleh badan layanan umum sebesar Rp2,7 triliun. Ini ada tiga yakni pelayanan rumah sakit ada rumah sakit Kariadi, Ortopedi dan sebagianya, dan juga ada pelayanan BLU di pendidikan ada univeritas- universitas,” katanya.

Baca Juga :   Nono Sampono Usulkan Masa Jabatan Kepala Daerah 8 tahun

Selain BLU, komponen pendapatan administrasi dan penegakan hukum juga menyumbang kedua terbesar dengan capaian sebesar Rp1 triliun. Disusul pendapatan kesehatan, perlindungan sosial, dan keagaman sebesar Rp32 miliar, Pendapatan Pendidikan, Budaya, Riset dan teknologi Rp305 miliar, dan pendapatan jasa transportasi, komunikasi dan informatika sebesar Rp107 miliar.

“Ke depan guna mengoptimalkan tata kelola PNBP, DJPb berupaya untuk terus memperbaiki penyetoran yang saat ini dapat lebih mudah melalui agen laku pandai, tokopedia, itu artinya ada dalam mempercepat realisasi,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong capaian PNBP yang tinggi dapat diarahkan untuk mensejahterakan masyarakat. “Mungkin yang penting adalah melalui ini dapat digunakan untuk mensejahterakan masyarakat,” imbuhnya.

Loading...