oleh

PT. WLI Ekspor 12 Kontainer Udang Ke China

Ambon – Setelah vakum selama hampir tiga tahun lamanya, PT. Wahana Lestari Investama (WLI) di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, kembali melakukan ekspor 12 kontainer udang atau sekitar 214 ton ke China dengan nilai ekspor sebesar USD 1,15 juta.

“Ekspor perdana udang oleh PT. WLI dilakukan pada hari ini tanggal 10 Desember 2019, setelah perusahaan ini vakum selama kurang lebih tiga tahun,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano, melalui ponselnya.

PT. WLI didirikan tahun 1994 dan mulai dioperasikan tahun 1995. Unit pengelolaan dan budidaya ini masuk kategori penanaman modal asing (PMA) yang sudah beberapa kali mengalami perubahan manajemen dan kepemilikan. Terakhir kali, peralihan manajemen dan kepemilikan saham terjadi pada bulan Mei 2019. Artinya, kurang lebih tujuh bulan perusahaan ini menggandeng investor baru yakni dari China untuk kembali beroperasi.

Baca Juga :   Mas Menteri Diingatkan Perubahan Pendidikan Mulai dari Ruang Belajar

Perusahaan yang berada di utara Pulau Seram ini memilili tiga lokasi industri masing-masing di kawasan budidaya udang terpadu (unit hatchery) di Wahai, kawasan tambak udang intensif di Pasahari, dan kawasan industri udang di Oping (Arara).

Luas kolam eksisting di Tambak Oping yakni 258,22 hektar dengan jumlah kolam sebanyak 360 unit. Untuk luas kolam eksisting di Tambak Pasahari yakni 125,22 hektar, dengan jumlah kolam sebanyak 150 unit. Sementara unit di Wahai dikhususkan buat pembenihan dan pemijahan bibit (benur) udang, termasuk untuk pengolahan.

PT. WLI awalnya memproduksi udang jenis Black Tiger untuk memenuhi pasar ekspor. Sejak pengalihan pemilik baru dari investor asal Jepang ke China, jenis udang yang dikembangkan dan dibudidaya adalah jenis Vaname. Untuk jenis ini, pasar dunia meminta udang dari PT. WLI dengan ukuran 50-60 ekor per kilogram (tanpa kepala).

Baca Juga :   BAKN DPR Anggap Pengelolaan Dana BOS Belum Memadai

Dalam kondisi normal, dari jumlah kolam tambak produktif mampu menghasilkan udang sebanyak 2000 ton per bulan. Untuk pembenihan, kapasitas hatchery-nya mencapai 150 juta ekor per bulan. Sedangkan pabrik pengolahan yang dimiliki PT. WLI mampu memproduksi udang sebanyak 100 ton per hari. Fasilitas yang dimiliki perusahaan juga antara lain pabrik es berkapasitas 180 ton per hari, dan cold storage dengan kapasitas 3000 ton.

Pattiselano mengatakan, meskipun baru beroperasi lagi kurang dari tujuh bulan ini, PT. WLI sudah mampu melakukan ekspor ratusan ton udang.

“Ekspor udang yang dilakukan hari ini sebanyak 12 kontainer berisi 14.280 karton dengan total nilai USD 1,15 juta dengan negara tujuan China,” ungkapnya.

Baca Juga :   Bakamla dan Pemkab Gorontalo Utara Teken Nota Kesepahaman

Lebih lanjut dia katakan, pada akhir bulan Desember 2019 akan dilakukan kembali ekspor udang tahap dua sebanyak 15 kontainer. (liputan/hms)

Loading...