oleh

Politisi PKB Ingatkan Restrukturisasi Kemenparekraf Hambat Kinerja

Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan restrukturisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengakibatkan banyak pos-pos jabatan baru sehingga perlu waktu penyesuaian untuk stabilitas kinerja kementerian.

Pernyataan tersebut disampaikan Syaiful saat Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menparekraf Wishnutama Kusubandio, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan – Jakarta, Rabu (29/1/2020).

“Pengalaman yang sudah, strukturisasi butuh waktu lama. Kami telah menerima catatan dari Kemendikbud yang melakukan hal sama, karena struktur baru banyak menempatkan pelaksana tugas (Plt). Risikonya adalah kita melihat agenda kerja dan kinerja jadi agak terhambat karena belum definitifnya pejabat-pejabat yang ada di Kemendikbud,” kata Syaiful, saat memimpin Raker dengan Menparekraf.

Baca Juga :   Pengamat: Partai Golkar Tak Punya Rasionalitas Lobi Lagi

Jelang 100 hari kepemimpinan Presiden Joko Widodo, banyak yang harus dikritisi dari restrukturisasi di sejumlah kementerian ini. Dan Komisi X DPR RI, kata Syaiful, ingin mengetahui sejauh mana progress yang sudah dilakukan Kemenparekraf soal ini.

“Komisi X DPR RI merasa penting meletakkan dasar-dasar kebijakan dan kepemimpinan jelang 100 hari ini. Kalau 100 harinya kedodoran, biasanya ke sananya kedodoran. Terminal pertama 100 hari ini kita berharap pekerjaan rumah Kemenparekraf yang belum maksimal dan belum memenuhi target supaya dipercepat,” ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan penggabungan ekraf dengan pariwisata ke dalam satu kementerian, pasti akan terjadi silang program kerja antar-eselon I. Dan perubahan program kerja jadi keniscayaan. “Perubahan program dan kegiatan kementerian wajib mendapat persetujuan dari DPR dalam hal ini Komisi X,” ungkap Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat VII itu.

Loading...