oleh

Restrukturisasi Potong Jalur Birokrasi Urusan Kebudayaan

Jakarta – Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, menjanjikan adanya penyederhanaan dalam layanan urusan kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut disampaikan Hilmar menanggapi adanya perubahan struktur organisasi di Kemendikbud khususnya di Direktorat Jenderal Kebudayaan. “Dengan struktur yang baru, proses (layanan) nya akan lebih ringkas,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/1/2020) siang.

Hilmar mengatakan, perubahan yang dimaksud mencakup pengelolaan hingga metode penyaluran. Sebagai contoh, kata dia, guru kesenian yang punya cabang kesenian tertentu di sekolahnya dan ingin dipamerkan, dapat dilayani dengan cepat. “Kalau sebelumnya merasa dipingpong urusannya antara Direktorat Kesenian dan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, nah, sekarang enggak lagi.” katanya.

Baca Juga :   Antisipasi Kelangkaan Pupuk di Sumut, Kementan Minta Produsen Siapkan Pupuk Non Subsidi

Di sisi lain, Hilmar Farid menegaskan bahwa layanan di bidang kebudayaan tetap berjalan seperti biasa. Pendaftaran film, registrasi cagar budaya, pendaftaran warisan budaya, layanan fasilitasi misalnya program  kerja sama dengan komunitas akan terus berjalan seperti biasa. “Tidak ada yang berubah. Layanannya masih tetap berjalan, websitenya tetap ON, bisa langsung dimasukkan datanya untuk diproses.” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Hilmar juga memastikan tidak ada layanan yang ditinggalkan dengan adanya restrukturisasi ini. Bahkan, layanan yang selama ini baik dan sifatnya memfasilitasi akan tetap berjalan dan ditingkatkan (kualitasnya). “Dalam bulan ini sedang kita rapikan jadi kalau misalnya nanti bersurat sementara ini langsung suratnya ke saya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI nanti surat masuk akan diarahkan ke petugas yang bertanggung jawab untuk itu,” katanya.

Baca Juga :   Hanya Satu Warna, Gelang Kesehatan Dilengkapi Barcode Data Jemaah

Di akhir penjelasannya, Hilmar menyampaikan, untuk platform kegiatan yang sudah berjalan seperti Indonesiana, Pekan Kebudayaan Nasional, Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) masih terencana namun tanggal pelaksanaannya masih dalam pembahasan.  “Tanggal-tanggalnya belum diumumkan. Masih dalam proses finalisasi program. Semoga dari segi waktu, tidak berbeda dari tahun sebelumnya,” ungkapnya. (kemendikbud)

Loading...