oleh

Efek Corona, PKS Saranin Masa Tenggang SIM Diperpanjang 1 Tahun

Jakarta – Anggota Komisi III DPR-RI Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyarankan, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis melakukan adaptasi dalam memberikan layanan pengajuan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), terkait merebaknya virus Covid-19.

“Saya mendapat keluhan dan kehawatiran warga, mereka dalam dilema antara memperpanjang atau tidak SIM yang dimiliki,” kata Aboe Bakar Alhabsyi lewat pesan tertulisnya, Selasa (24/3).

Menurut Aboe Bakar, dalam aturan perpanjangan SIM sesuai Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012, tidak boleh melewati batas waktu berlakunya. “Lewat 1 hari saja, pemilik SIM wajib mengikuti proses pembuatan baru. Tentunya ini membuat masyarakat galau, karena antrian di Samsat akan berpotensi terhadap penularan Corona,” ucapnya.

Baca Juga :   Ketua KPPG: Banyak Kader Golkar Layak Jadi Ketua MPR RI

Untuk itu, diperlukan kebijakan khusus, misalkan pendaftaran online dengan kuota tertentu, agar tidak terjadi penumpukan atau menambah jumlah outlet layanan, sehingga kerumunan orang bisa dihindari, dan orang tidak khawatir lagi untuk melakukan perpanjanhan SIM.

“Namun lebih baik jika Kapolri memberikan kebijakan khusus soal perpanjangan SIM, semisal dengan memberikan tenggang waktu selama satu tahun untuk perpanjangan,” ujarnya.

Hal ini, kata Ketua MKD DPR-RI itu, sebelumnya pernah dilakukan dengan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2652/XII/2015 yang berisi SIM yang masa berlakunya habis, dapat diperpanjang dengan tidak melebihi waktu tenggang perpanjangan selama satu tahun.

“Dengan waktu tenggang yang panjang seperti ini, orang tidak akan berebut untuk memperpanjang SIM ditengah wabah virus Corona,” jelasnya. (***)

Loading...