LIPUTAN.CO.ID

Update

Anang Hermansyah Pertanyakan Wawasan Kebangsaan Dosen Asing

Anang Hermansyah

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah memintah Pemerintah kaji ulang wacana menghadirkan tenaga pendidik asing, sebagaimana yang diatur dampak Pasal 3 huruf f Peraturan Presiden (Perpres) Nompr 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak menampik bahwa dengan masuknya dosen asing itu akan terjadi alih pengetahuan dengan baik. “Hanya saja, saya kira dampak turunannya juga harus kita pikirkan,” kata Anang, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Berdasarkan data tahun 2014/2015 lanjutnya, jumlah mahasiswa di PTN 1,9 juta, PTS 3,9 ribu. Adapun jumlah dosen PTN sebanyak 63.704 dan di PTS 108.067 dosen.

Komposisi mahasiswa dan dosen dari data menurut Anang, memang tampak timpang, namun data tersebut tentu akan mengalami perubahan seiring kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang cukup ketat, yakni menekankan kepada perguruan tinggi untuk merekrut dosen profesional dengan mendorong keberadaan Nomer Induk Dosen Nasional (NIDN).

“Masalahnya, andai saja memang kekurangan dosen untuk bidang tertentu apa harus dengan mengimpor dosen asing?,” ujarnya.

Anang mempertanyakan, bagaimana dengan persyaratan dosen asing agar dapat masuk ke Indonesia khususnya soal wawasan kebangsaan seperti empat pilar kebangsaan.

“Tenaga pengajar menjadi profesi strategis dalam rangka menyiapkan generasi mendatang. Pertanyaannya, apakah dosen asing itu juga harus mengerti soal wawasan kebangsaan kita?,” ujarnya.

Dampak impor dosen ujar Anang, tidak sekadar urusan kurangnya tenaga pengajar untuk bidang tertentu saja, tetapi ada aspek lainnya yang juga harus dipertimbangkan, yakni soal ketahanan nasional dan ketahanan budaya.

Sebagaimana diatur dalam ketentuan di Pasal 3 huruf e Perpres No 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, disebutkan bahwa pemberi tenaga kerja asing di antaranya meliputi bidang lembaga sosial, keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan. Ketentuan tersebut menjadi landasan yuridis untuk menghadirkan tenaga pendidik dari asing.

Click to comment

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!