LIPUTAN.CO.ID

Nasional

Bom Surabaya, KPI: Media Penyiaran Taati Pedoman P3SPS

Yuliandre Darwis

Jakarta, liputan.co.id – Menyikapi peristiwa ledakan bom di Gereja yang di kota Surabaya, Jawa Timur,  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan pada lembaga penyiaran, khususnya televisi, untuk tetap menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua KPI Yuliandre Darwis lewat rilisnya, Minggu (13/5/2018), menyusul peristiwa ledakan bom kota Surabaya.

“Pasal 23 SPS KPI menyebutkan larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan,” ujar Yuliandre.

Selain lanjut Andre panggilan beken Yuliandre Darwis, KPI juga mengimbau lembaga penyiaran, televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi yang berwenang.

  Kapasitas Rekam Data Penuh, Software KTP-el Ancam Pilkada 2018

“Lembaga penyiaran punya kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada. Jangan sampai masyarakat menerima teror berulang, karena munculnya informasi dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas Andre.

Dia tambahkan, KPI sangat berharap televisi dan radio  harus menjadi perekat sosial antar-masyarakat, untuk menjaga situasi lebih kondusif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!