LIPUTAN.CO.ID

DPD RI

Dihadapan Senator, KPK Nilai PP Nomor 43/2018 Bahayakan Pelapor

Jakarta, liputan.co.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengakui pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilakukan lembaga antirasuah itu belum signifikan mengubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang saat ini masih berada pada skor 37.

Hal tersebut dikatakan Agus dalam rapat kerja KPK dengan Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, dipimpin Benny Rhamdani, di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (10/10). Hadir dalam Raker itu antara lain Ketua dan Wakil Ketua DPD Oesman Sapta dan Akhmad Moqowam.

“Indeks Persepsi Korupsi memang belum signifikan membaik. Namun KPK terus berupaya memperbaikinya dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui kerja sama dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, serentak dilakukan di tingkat pusat dan daerah, kolaborasi sesuai peran dan kewenangan, dan berkelanjutan,” ujar Agus.

Agus menjelaskan kinerjanya selama ini sesungguhnya telah mendorong perbaikan KPK. Misalnya, ada Rp142,57 miliar nilai gratifikasi yang ditetapkan menjadi milik negara sejak 2015-2018. Selain itu, sejak 2004-2018 aset yang dikembalikan ke negara sudah mencapai Rp1,296 triliun. “Di forum raker ini saya juga ingin menyampaikan kepatuhan DPD sejak 2004 sampai 2018 melalui pelaporan LHKPN baru mencapai 53,13 persen,” ungkap Agus.

  DPD RI: RUU Daerah Kepulauan Percepat Perwujudan Indonesia Poros Maritim Dunia

Menjawab pertanyaan para Senator, tentang upaya pencegahan korupsi, Agus menjelaskan saat ini KPK telah membentuk koordinasi supervisi (korsup) pencegahan di beberapa pemerintahan daerah di provinsi yang dianggap rentan korupsi.

Materi pencegahan ujarnya, mencakup peningkatan kapasitas Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pengadaan Barang dan Jasa, Perencanaan dan Penganggaran APBD, Manajemen Aparatur Sipil Negara termasuk jual beli jabatan, Dana Desa, Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Manajemen Aset Daerah. “KPK akan kembangkan korsup di provinsi lainnya,” janji Agus.

Selain itu, Agus juga menyikapi terbitnya PP PP nomor 43 tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, di mana pelapor bisa dapat Rp200 juta,

  Bang Dailami Dorong Pembakar Tulisan Tauhid Diselesaikan Secara Hukum

“PP yang lama yaitu PP Nomor 71 tahun 2000 justru lebih menjamin keamanan dan keselamatan pelapor korupsi sebab pelapor cukup memberikan informasi tentang dirinya lewat KTP yang dimilikinya. PP Nomor 43 tahun 2018 ini berbahaya bagi keamanan pelapor,” ungkap Agus, sembari menambahkan bahwa waktu PP Nomor 43 tahun 2018 ini dibahas, KPK sudah memberikan masukan tetapi kelihatannya tidak diakomodir ke dalam PP ini oleh pemerintah.

Namun demikian, Agus tidak mempermasalahkan soal itu dan lebih menekankan bahwa strategi pemberantasan dan pencegahan korupsi kedepannya membutuhkan strategi kolaboratif, kemitraan, partisipasi dan ownership atau kepemilikan.

“Karena itu KPK menyambut baik tindak lanjut dari Perpres nomor 54 tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, yaitu memindahkan Sekretariat Nasionalnya dari Bappenas ke KPK. KPK menilai dengan adanya Sekretariat Nasional bersama di KPK maka pemerintah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, bisa sinergi dengan strategi pencegahan KPK,” ujarnya.

  Kelola Aspirasi Daerah, DPD RI Gandeng Hakka Indonesia

Terkait pelaksanaan UU Tipikor, Agus mengatakan bahwa KPK kini sedang menyusun revisi UU Tipikor. Dalam revisi UU Tipikor tersebut KPK akan menyertakan tindak pidana korupsi dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Masalah korupsi sektor swasta yang kini juga marak terjadi, akan dimasukan dalam UU Tipikor yang baru. “Memperkaya diri sendiri dengan tidak sah, ini juga akan diatur dalam revisi UU Tipikor,” pungkas Agus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!