DPD RI

Honorer K-2: Kami Tak Punya Tempat Mengadu, Maka Ke DPD RI

Jakarta, Liputan.co.id – Delegasi Forum Tenaga Honorer Kategori 2 (K-2) kembali mendatangi Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Mereka diterima oleh Wakil Ketua BAP DPD RI, Ahmad Sadeli Karim, di Gedung B, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Di depan pimpinan BAP DPD RI, Ketua Forum Tenaga Honorer K-2, Titik Purwaningsih menjelaskan bahwa data pegawai Honorer K-2 sudah berada di Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan sudah memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai PNS.

Namun menurut BKN ujar Titik, seleksi yang dilakukan terhadap Tenaga Honorer K-2 tidak kompeten dan tidak linier. Forum Tenaga Honorer K 2 ujar Titi, sangat menyayangkan Honorer K-2 ditelantarkan sedangkan HOnorer K-1 sudah diangkat dengan memiliki payung hukum yang sama.

“Kami tidak punya tempat untuk mengadu maka kami mengadu ke DPD RI sebagai tempat menyelesaikan masalah tanpa masalah,” tegasnya.

Dia jelaskan, Honorer K-2 ini berasal dari honorer bidang kesehatan, pendidikan, dan tenaga pengamanan dalam.

“Kami mohon, BAP DPD RI merekomendasikan kepada pemerintah agar mengangkat seluruh K-2 menjadi PNS tanpa batasan umur. Dengan menerima aspirasi kami, sudah merupakan apresiasi luar biasa. Kami harap BAP bisa memanggil MenPAN-RB,” pinta Titik.

Menanggapi aspirasi Honorer K-2 itu, Senator Bengkulu, Ahmad Kanedi menyatakan bahwa selain berjuang dengan BAP DPD RI, Forum Honorer K-2 juga melakukan pendekatan kepada kepala daerah sehingga daerah mengusulkan K-2 menjadi PNS.

“Pada dasarnya kami akan bersama-sama untuk memperjuangkan dan DPD RI terus memperjuangkannya. Perjuangan Honorer K-2 adalah perjuangan kami,” tegas Kanedi.

Pada sesi akhir penyampaian aspirasi, Sadeli Karim menyimpulkan bahwa audiensi direkam dan akan ditindak-lanjuti.

“Aspirasi ini akan dibicarakan dengan Pimpinan DPD RI untuk sesegera mungkin berkirim surat kepada Presiden tentang nasib Tenaga Honorer K-2, dan memanggil MenPAN-RB, untuk mendapatkan solusi atas masalah ini,” pungkasnya.

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!