LIPUTAN.CO.ID

Nusantara

Panwaslu: Tidak Ada Pelanggaran Terkait Pelipatan Surat Suara di Aula Polres Malteng

Malteng, Liputan.co.id-Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Maluku Tengah, tidak menemukan adanya pelanggaran pemilu terkait dengan pelipatan dan sortir surat suara pemilu Gubernur dan Wakil Gubermur Maluku daerah pemilihan Maluku Tengah, yang dilakukan KPU Maluku Tengah di Aula Polres Malteng, beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan ketua Panwaslu Maluku Tengah, Risal Sahupala saat dihubungi Via telepon, Minggu 9 Juni 2018.

"mulai dari pergeseran logistik sampai dengan pelipatan dan sortir surat suara (di aula polres) tidak ada ditemukan pelanggaran," ujar Sahupala.

Soal dipilihnya waktu dan tempat pelipatan dan sortir surat suara kata Sahupala, itu merupakan kewenangan KPU. "Panwas hanya melihat dari segi keamanan. Bahwa pergeseran logistik harus tetap terjamin aman dan dikawal dengan baik oleh kami maupun kepolisian. Sehingga soal waktu dan lokasih sortir dan pelipatan surat suara itu bukan kewenangan kami," jelasnya.

  Membuat Nyaman Pengguna, Fasilitas Tol Semarang-Salatiga Ditambah

Seperti diketahui dipilihnya Aula Polres Malteng sebagai lokasih sortir dan pelipatan surat suara oleh KPU Maluku Tengah, sempat menjadi opini liar dikalangan publik tertentu. Bahkan tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Said Assagaf-Anderias Rentanubun (Santun) memprotes dipilihnya lokasi aula polres Malteng sebagai tempat pelipatan surat suara.

Bahkan tim Santun meminta KPU menangguhkan proses pelipatan dan meminta KPU mencari lokasih lain untuk dilakukan pelipatan surat suara dan sortir.

Aula Polres dipilih sebagai lokasih pelipatan surat suara kata Tomagola, bukan kebijakan instan.

"sebelum Aula Polres Malteng dipilih, Gelanggang Olah Raga (GOR) jadi pilihan utama, namun fasilitas MCK tidak memadai karena sedang direnovasi dan lokasih tempat Ibadah jauh, itu kita pertimbangkan apalagi ini bulan puasa. Selain Gor yang kami lihat, Gedung Maeoku juga jadi alternatif kedua, tapi gedung dipakai untuk aktifitas pelipatan tidak hanya sehari tapi kita target 5 hari sementara dalam waktu-waktu itu gedung telah lebih dulu dipakai pemerintah," jelas
Ketua KPU Maluku Tengah Ridwan Tomagola saat menggelar rapat koordinasi dengan tim pemenangan tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, bertempat Gedung KPU Maluku Tengah, Kota Masohi, Jum'at 8 Juni 2018

  Jazzy Station di Stasiun Semarang Tawang

"Sehingga pada tanggal 5 juni kami surati Kapolres untuk meminjam pakai gedung aula guna kegiatan pelipatan dan sortir surat suara dan diiayakan pihak polres. Sekalilagi lokasih Aula Polres dipilih anshi karena permintaan kami, bukan permintaan siapa-siapa" Tegas Tomagola.

Meski begitu KPU Maluku Tengah akhirnya putuskan memindahkan lokasih sortir dan pelipatan surat suara ke Gor meski dengan keterbatasan fasilitas karena Gor sedang direnovasi MCKnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!