LIPUTAN.CO.ID

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Bilang Tarif Listrik Tetap, Politikus Gerindra: Faktanya Naik

Ramson Siagian

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komsi VII DPR RI, Ramson Siagian meminta pemerintah tidak mudah memberikan pernyataan ke publik apabila kenyataannya berbeda di lapangan.

Seperti listrik misalnya kata Ramson, pemerintah menyatakan tidak akan ada kenaikan, namun ternyata naik.

“Soal listrik, pemerintah mengatakan tidak akan mengalami kenaikan, kenyataan di lapangan rakyat merasakan kenaikan yang tinggi karena pelanggan 900 VA dari Rp50 ribu menjadi Rp200 ribu per bulan,” kata Ramson saat Rapat Dengar Pendapat dengan Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Ia jelaskan, masalah listrik ditemukan pelanggan 900 Volt Ampere (VA) mengalami kenaikan yang biasanya membayar Rp50 ribu per bulan membengkak menjadi Rp 200ribu per bulannya. “Padahal mereka termasuk kategori miskin yang harus diproteksi dan disubsidi oleh pemerintah,” ucapnya.

  Hari Ini Agus Martowardojo Pensiun, Misbakhun: Gubernur BI Wariskan Nilai Rupiah Rp14.200

Sebelumnya ada 25 juta pelanggan 900 VA yang mendapatkan subsidi, namun sekarang yang mendapatkan subsidi hanya 4 juta pelanggan. “Selebihnya itu mengalami kenaikan, padahal mereka masih sulit perekonomiannya. Apalagi dengan sekarang yang pertumbuhan ekonomi hanya 5 persen,” ujarnya.

Anak buah Prabowo Subianto ini mengatakan, setiap dua hari sekali selalu ada pemadaman listrik. Padahal dari sisi ketersedian listrik, produksi dari pembangkit listrik dengan kebutuhan sudah hampir seimbang. “Problem yang terjadi di lapangan adalah jaringan distribusi listrik itu belum begitu bagus sehingga bila terjadi angin kencang dan hujan itu terjadi pemadaman,” imbuhnya.

Selain itu, Ramson juga membeberkan harga BBM yang pemerintah katakan sudah satu harga, namun kenyataanya di lapangan tidak demikian. “Banyak konsumen yang harus membeli dari pengecer dengan harga Rp10 ribu per liter untuk premium,” ucapnya.

  Dirjen Pajak Turunkan Batas PKP, Begini Reaksi DPR

Selain tidak satu harga, BBM di SPBU jenis Premium sulit untuk ditemukan. Masyarakat mau beralih ke Pertalite atau Pertamax tapi terbentur dengan harga yang tinggi ditambah kenaikan harganya juga.

“Saya kira untuk satu harga ini solusinya ditambah Pertamini di setiap tempat untuk menyokong pendapatan masyarakat juga, jangan sampai yang selama ini jadi pengecer tersingkirkan tanpa ada jalan keluar, Pertamini ini salah satunya,” kata Ramson.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!