LIPUTAN.CO.ID

Nasional

Pemerintah Dinilai Tak Punya Data Alokasi Kebutuhan Guru

SY Anas Thahir

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komisi X DPR RI SY Anas Thahir mengatakan pemerintah belum memiliki data alokasi dan kebutuhan guru secara nasional.

Di sisi lain ujar Anas, pemerintah hanya gembar-gembor, untuk menghadapi tahun 2018 negara akan kekurangan 980 orang guru di luar akan pensiunnya sekitar 300 ribu guru.

“Mengacu kepada data tersebut di atas, maka sesungguhnya kekuarangan guru itu lebih dari satu juta orang guru yang perlu dilakukan pengangkatan pada tahun 2018 ini,” kata Anas, di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Persoalan kekurangan guru, atau penumpukan di satu sekolah dan kekurangan di sekolah lain bukan hanya terjadi pada satu atau dua tahun ini saja, tetapi sudah bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun.

  Jaksa Agung Tepis Keberadaan Pansus KPK yang Disalahpahami Publik

“Itu bisa terjadi karena sampai hari ini pemerintah masih belum punya basis data yang baik. Akurasi data pokok pendidikan yang dimiliki Kemendikbud selama itu ternyata belum sepenuhnya akurat,” tegas dia.

Bahkan politikus PPP itu curiga, di beberapa tempat data tersebut sengaja dikelirukan atau sengaja dibuat tidak akurat untuk kepentingan-kepentingan tertentu. “Kalau memang demikian, maka efeknya akan semakin banyak pembangunan yang menumpuk di satu sisi dan kekurangan di sisi lainnya,” ujarnya.

Tindakan yang harus dilakukan pemerintah ujarnya, membentuk lembaga bersama, agar persoalan itu tidak hanya diserahkan kepada Kemendikbud. Sebab pada kenyataannya, Kemendikbud selama bertahun-tahun tidak serius menyelesaikan persoalan itu.

“Padahal kita sudah sangat serius untuk mengalokasikan anggaran yang 20 persen untuk pendidikan. Tetapi kalau dari sektor data pokoknya tidak serius, saya yakin tujuan pendidikan kita tidak akan pernah berhasil,” kata Anas.

  Terbiasa Hadapi Perbedaan, Alumni HMI Diminta Tak Tercerai Berai  

Dia ingatkan, guru adalah faktor terpenting dari keseluruhan proses pendidikan yang berjalan. Bahkan lebih penting dari kurikulum dan metodologi mengajar.

“Kurikulum itu penting tetapi yang lebih penting adalah metodologi mengajar. Metodologi mengajar penting, tetapi guru masih lebih penting dari metodologi mengajar. Pada lembaga bersama yang perlu dibentuk itu, nantinya masing-masing lembaga akan saling mengawasi, mengontrol dan melengkapi,” sarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!