LIPUTAN.CO.ID

Nusantara

Safari Ke Jawa Barat Selatan, Capres Anis Paparkan Visi

Bandung, liputan.co.id – Tiga titik di Jawa Barat bagian selatan dikunjungi calon presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta untuk memaparkan visinya bertajuk “Arah Baru Indonesia”.

Spot pertama yang dikunjunginya adalah Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 di Ciamis, Selasa (10/4). Di pondok yang dikenal sebagai pelopor long march 300 km Ciamis-Jakarta dalam aksi 212 ini Anis disambut oleh KH Nonop Hanafi. Anis menyampaikan ceramah Wawasan Politik Islam di depan para santri, pengajar,
tokoh masyarakat, dan warga di sekitar ponpes tersebut.

Menurut Kyai Nonop, ia mengundang Anis karena banyaknya permintaan untuk mendengar pemaparan mantan Wakil Ketua DPR RI itu secara langsung.

  Walikota Hendi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru

“Beliau (Anis,red) sosok pemikir muda, visioner, dan punya narasi. Apalagi, konsep-konsepnya, tentang negara atau politik, walaupun sangat modern, selalu kembali merujuk ke Al Quran,” kata Kyai Nonop.

Anis pun menyampaikan apresiasinya dengan menyatakan Kyai Nonop telah menjadikan pondok Miftahul Huda 2 sebagai simbol jihad politik menjadi simbol jihad politik umat Islam di Nusantara.

Lepas dari Ciamis, Anis dan rombongan bergerak ke Tasikmalaya. Di kota itu ia berdiskusi dengan para tokoh ormas Islam setempat. Dalam acara yang dilaksanakan oleh organisasi Al Mumtaz bersama dengan Presidium Alumni 212, Anis kembali mengupas wawasan politik Islam.

Siap “Nyapres”
Pagi, Rabu (11/4/2018), acara Anis di Garut agak lain. Bersama anak muda dari beragam latar belakang, Anis berdiskusi hangat sambil ngopi di sebuah kafe kekinian di kota itu. Sebagian anak muda dan awak media menanyakan keseriusan Anis maju menjadi calon presiden pada pemilihan umum 2019 yang akan datang.

  Politikus PDIP Anggap Program PTSL Terancam Gara-Gara Ini

Anis menjawab bahwa soal pencalonan, koalisi atau konfigurasi calon dalam pemilu merupakan wewenang partai politik. Yang ia lakukan sekarang adalah menyebarluaskan gagasan. “Kita mulai tradisi baru, berpolitik dengan gagasan,” ujar pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, itu.

Safari Anis ditutup dengan berkunjung dan berdiskusi dengan Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis) KH Aceng Zakaria di kediamannya di Pesantren Persis 99 Rancabango, Garut.

Dalam safari ini Anis kembali menyampaikan pentingnya Indonesia menempuh arah baru. “Langit masih sangat tinggi tapi kita terbang terlalu rendah. Kita harus melakukan lompatan besar agar Indonesia bisa menjadi entitas peradaban dan memberi makna pada dunia,” kata Anis.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!